Latest Updates
Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Pemberontakan DI-TII Kartosuwiryo di Jawa Barat - Latar Belakang, Tujuan, Upaya Penumpasan, Kronologis

Pemberontakan DI-TII Kartosuwiryo di Jawa Barat - Latar Belakang, Tujuan, Upaya Penumpasan, Kronologis
Negara Islam Indonesia (disingkat NII, juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah "Rumah Islam" adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Diproklamirkan saat Negara Pasundan buatan belanda mengangkat Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema sebagai presiden.

Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada pada masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negarateokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.

Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di Jawa Tengah), Sulawesi Selatan, Aceh dan Kalimantan. SetelahKartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.
 
 Pemberontakan DI-TII Kartosuwiryo di Jawa Barat - Latar Belakang, Tujuan, Upaya Penumpasan, Kronologis
Bendera DI-TII

A. Latar Belakang dan Tujuan Pemberontakan DI/TIIGerakan NII ini bertujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai sebuah Negara yang menerapkan dasar Agama Islam sebagai dasar Negara. Dalam proklamasinya tertulis bahwa “Hukum yang berlaku di Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam” atau lebih jelasnya lagi, di dalam undang-undang tertulis bahwa “Negara Berdasarkan Islam” dan “Hukum tertinggi adalah Al Qur’an dan Hadist”. Proklamasi Negara Islam Indonesia (NII) menyatakan dengan tegas bahwa kewajiban Negara untuk membuat undang-undang berdasarkan syari’at Islam, dan menolak keras terhadap ideologi selain Al Qur’an dan Hadist, atau yang sering mereka sebut dengan hukum kafir.

Dalam perkembangannya, Negara Islam Indonesia ini menyebar sampai ke beberapa wilayah yang berada di Negara Indonesia terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan. Setelah Kartosuwirjo ditangkap oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan dieksekusi pada tahun 1962, gerakan Darul Islam tersebut menjadi terpecah. Akan tetapi, meskipun dianggap sebagai gerakan ilegal oleh Negara Indonesia, pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) ini masih berjalan meskipun dengan secara diam-diam di Jawa Barat, Indonesia.

Pada Tanggal 7 Agustus 1949, di sebuah desa yang terletak di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo mengumumkan bahwa Negara Islam Indonesia telah berdiri di Negara Indonesia, dengan gerakannya yang disebut dengan DI (Darul Islam) dan para tentaranya diberi julukan dengan sebutan TII (Tentara Islam Indonesia). Gerakan DI/TII ini dibentuk pada saat provinsi Jawa Barat ditinggalkan oleh Pasukan Siliwangi yang sedang berhijrah ke Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam rangka melaksanakan perundingan Renville.

Saat pasukan Siliwangi tersebut berhijrah, kelompok DI/TII ini dengan leluasa melakukan gerakannya dengan merusak dan membakar rumah penduduk, membongkar jalan kereta api, serta menyiksa dan merampas harta benda yang dimiliki oleh penduduk di daerah tersebut. Namun, setelah pasukan Siliwangi menjadwalkan untuk kembali ke Jawa Barat, kelompok DI/TII tersebut harus berhadapan dengan pasukan Siliwangi.

B. Upaya Penumpasan Pemberontakan DI/TIIUsaha untuk meruntuhkan organisasi DI/TII ini memakan waktu cukup lama di karenakan oleh beberapa faktor, yaitu:
  1. Tempat tinggal pasukan DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya.
  2. Pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk.
  3. Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang di antaranya pemilik perkebunan, dan para pendukung Negara pasundan.
  4. Suasana Politik yang tidak konsisten, serta prilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.
Selanjutnya, untuk menghadapi pasukan DI/TII, pemerintah mengerahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk meringkus kelompok ini. Pada tahun 1960 para pasukan Siliwangi bekerjasama dengan rakyat untuk melakukan operasi “Bratayudha” dan “Pagar Betis” untuk menumpas kelompok DI/TII tersebut. Pada Tanggal 4 Juni 1962 Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dan para pengawalnya di tangkap oleh pasukan Siliwangi dalam operasi Bratayudha yang berlangsung di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat. Setelah Sekarmadji ditangkap oleh pasukan TNI, Mahkamah Angkatan Darat menyatakan bahwa Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dijatuhi hukuman mati, dan dan setelah Sekarmadji meninggal, pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dapat dimusnahkan.

C. Kronologis Pemberontakan DI-TII Kartosuwiryo di Jawa BaratRakyat di perdesaan Jawa Barat pernah mengalami masa kelam. Penuh tumpahan darah dan air mata. Masa kekacauan bersenjata, yang menimbulkan korban harta dan jiwa. Antara th.1949-1962 muncul gerakan D/TII yang mengusung cita-cita pembentukan Negara Islam Indonesia, dengan menggunakan kekerasan, berhadapan dengan TNI dan rakyat yang mencintai NKRI. H.Usep Romli HM, wartawan senior, juga sastrawan Sunda peraih dua kali penghargaan Rancage (2010 dan 2011), menuliskan pengalaman masa kecil hidup di tengah-tengah konflik tersebut. Ia yang sejak kanak-kanak hingga usia tua sekarang,tetap tinggal di pedesaan Kec.Cibiuk, Kab.Garut, menurunkan tiga serial tulisan mengenai suka-duka zaman gorombolan itu.

Ribut-ribut soal Negara Islam Indonesia (NII), pikiran melayang ke masa kanak-kanak th.1960-an. Ketika di Jawa Barat berkecamuk gangguan keamanan, akibat ulah Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, memproklamasikan Negara Islam Indonesia di Gn. Sawal, Kab. Ciamis, 7 Agustus 1949. NII disebut Darul Islam (Negara Islam). Sedangkan Republik Indonesia dituduh Darul Harbi. Negara musuh, karena menggunakan dasar negara bukan Islam. Karena itu, wajib diperangi, dimusnahkan. Jika ingin selamat, penduduk RI harus pindah ke DI, yang juga disebut Darussalam (Negara Keselamatan).

Untuk melaksanakan cita-citanya, DI membentuk pasukan Tentara Islam Indonesia (TII). Terjadilah bentrok selama 13 tahun terus-menerus, antara TNI dibantu rakyat, dengan TII yang sering menyerang ke kampung dan desa. Membakar rumah, membunuh penduduk sipil, dan merampas harta benda, untuk di bawa ke markas-markas mereka di hutan dan gunung. Salah satu daerah terparah oleh serangan DI/TII adalah desa Cibugel, Kec. Darmaraja. Kab. Sumedang tahun 1959. Lebih dari seratus penduduk setempat terbunuh secara kejam.

Sejak gorombolan (sebuatan untuk pasukan DI/TII), meranjah pekampungan dan pedesaan Tatar Sunda, timbul bermacam rumor sarkastis, yang menggambarkan kepedihan penduduk, derita hidup di bawah ancaman peluru. Yang berperang adalah TNI melawan DI/TII, tapi yang menjadi korban, pasti rakyat kecil. Ibarat gajah bertarung dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah. Yang berseteru karena perbedaan ideologi negara, adalah Bung Karno (Ir.Soekarno, presiden RI), melawan Mas Karto (SM Kartosuwiryo, Imam/Panglima Tertinggi DI/TII), tapi yang sengsara luar biasa adalah Mang Karna dan Kang Karta, orang pedesaan lugu sederhana yang tak tahu apa-apa.

Juga muncul istilah kongres. Singkatan dari ka hareup nyokong, ka tukang beres. Artinya, kepada tentara (RI) membantu, kepada gorombolan pun, membantu pula. Jika tidak begitu, tewaslah sudah. Jika menampakkan wajah merengut ketika ada TNI patroli, pasti dituding sebagai antek DI. Jika kikir tak memenuhi permintaan DI, berupa faíi (iuran wajib), pasti akan dianggap pro-TNI. Maka terpaksalah pasang dua wajah. Siang membantu TNI, malam mendukung DI.

Jika malam hari ada gorombolan menyerang, rakyat harus siap-siap menghindar. Tinggalkan rumah. Bawa barang seperlunya, seperti pakaian. Masuk ke dalam bewak. Yaitu lubang cukup besar, sedalam kl.1,5 meteran, letaknya tersembunyi, agak jauh dari rumah. Di satu kampung, biasanya ada 4 atau 5 bewak. Begitu terdengar bunyi tembakan pertama, langsung orang-orang kampung berhamburan masuk bewak terdekat. Di situ terbilang aman, daripada sembunyi di rumah. Siapa tahu rumah dibakar. Atau ada peluru nyasar menembus dinding yang rata-rata terbuat dari anyaman bambu alias bilik.

Tidak terpikir kemungkinan ada gorombolan menyeranga bewak. Sebab belum pernah ada kejadia semacam itu. Mungkin gorombolan terlalu sibuk bertempur dengan tentara. Atau sibuk mengumpulkan "ghonimah” atau hasil rampasan dari penduduk. Sehingga tak terpikir di benak mereka untuk menyerang bewak.

Justru pernah terjadi, orang meninggal di dalam bewak bukan karena terkena peluru gorombolan. Melainkan dipatuk ular belang. Persi bagian pahanya. Mengerang kesakitan beberapa jam, tanpa ada yang mamp menolong. Bagaimana dapat menolong? Di luar sana baku tembak sedang berkecamuk. Apalagi tak seorang pun tahu ada yang dipatuk ular. Maklum gelap gulita dan semua orang mencoba ngadedempes. Tak ada yang berani bicara sepatah katapun selain bunyi bibir membaca doía dan wirid agar selamat mendapat perlindungan Allah SWT. Pagi-pagi baru ketahuan, korban meninggal. Ular belang yang mematuknya masih menempel di paha korban.

Ada pula kejadian menggelikan sekaligus meyebalkan. Semua orang berloncatan ke dalam bewak karena tiba-tiba ada serangan mendadak. Beberapa jenak kemudian, di tengah bau kepulan mesiu dan benda hangus terbakar dari rumah-rumah, tercium bau menyengat yang bersumber dari kotoran manusia. Semua sibuk, bertanya-tanya dengan bisik-bisik.

Akhirnya ada yang mengaku.Seorang lelaki separuh baya. Ia tadi sedang jongkok di pacilingan (WC sederhana di atas kolam), ketika tembakan pertama berbunyi. Tanpa ingat apa-apa, ia langsung berdiri. Lari ke bewak. Dan menyebar sesuatu yang tidak mengenakkan penciuman semua orang. Apalagi di tempat sempit dan sesak begitu.

Apa boleh buat. Semua terpaksa bertahan semalaman di tengah ancaman ketakutan dan siksaan sampingan lainnya yang kadang tak lazim. Derita itu baru berakhir, setelah gorombolan bertekuk-lutut menghadapi gerakan Pager Bitis, sebuah kerjasama yang indah dan harmonis antara rakyat dengan Divisi Siliwangi dalam memulihkan keamanan di Jawa Barat. Apalag setelah SM Kartosuwiryo tertangkap hidup-hidup di Gn.Rakutak, Majalaya, oleh pasukan Batalyon 328/Kujang 2 Siliwangi, pimpinan Letda Suhanda. Rakyat kembali merasa aman dan nyaman, menikmati malam-malam di rumah, tanpa harus sembunyi dalam bewak dengan risiko dipatuk ular atau mengisap bau tidak enak.

Taktik apa yang ditempuh Belanda untuk menundukkan rakyat Aceh?

Taktik apa yang ditempuh Belanda untuk menundukkan rakyat Aceh?
Taktik apa yang ditempuh Belanda untuk menundukkan rakyat Aceh?
  1. Konsentrasi Stelsel: Menempatkan pasukan Belanda di benteng-benteng Belanda.
  2. Taktik adu domba: Taktik ini gagal karena Teuku Umar memihak Belanda hanya untuk mencari senjata, lalu berbalik melawan Belanda
  3. Mengadu ulama dengan para bangsawan: Belanda menyuruh Dr. Snouck Hurgronje untuk menyelidiki budaya Aceh. Bukunya: de Acehers. Ia menganjurkan agar ulama diadu domba dengan bangsawan.

Mengapa perang Aceh berlangsung cukup lama?

Mengapa perang Aceh berlangsung cukup lama?
Mengapa perang Aceh berlangsung cukup lama?

Perang Aceh berlangsung lebih lama jika dibandingkan dengan perlawanan-perlawanan di daerah lain. Hal ini terjadi karena beberapa sebab, yaitu:
  1. Keadaan alam yang bergunung-gunung dan hutan lebat sehingga dapat digunakan sebagai tempat berlindung
  2. Para ulama Aceh mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengobarkan semangat perang Sabil
  3. Perang Aceh tidak tergantung pada seorang pemimpin
  4. Faktor sosial masyarakat Aceh yang tidak mudah tertarik pada janji-janji yang disampaikan oleh Belanda.

Sejarah dan Biografi Raden Ajeng Kartini

Sejarah dan Biografi Raden Ajeng Kartini

21 April merupakan hari peringatan bagi  sosok perempuan yang sangat kuat dalam tekadnya untuk mendapatkan keadilan bagi kaum perempuan di Indonesia, yang pada saat itu perempuan Indonesia hanya sebagai  peangikut pria, dan derajatnya berada jauh di bawah pria. Perempuan pada saat itu tidak memilki kebebasan untuk melakukan sesuatu apapun untuk mencirikan diri mereka sebagai perempuan. Tapi pada saat itu, munculah sosok kartini yang tangguh dan memiliki tekad kuat untuk mengubah perempuan Indonesia agar memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki. Dan perjuangan kartini pun tidak sia-sia, ia berhasil merubah peran para perempuan di negeri ini.

Inilah sejarah singkat Raden Ajeng Kartini.....
Raden Ajeng Kartini di lahirkan di Jepara pada Tanggal 21 April 1879.beliau adalah puteri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu Kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang sudah di tentukan secara alamiyah, yaitu mengurus, dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah di rampas dan di injak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Daya pikir manusia tidak dapat berkembang sebagai mana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. karena kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca, menulis, belajar, dan sebagainya. dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban, tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.
Raden Ajeng Kartini yang telah menginjak dewasa pada saat itu, dan beliau tidak dapat melihat kenyataan ini meskipun beliau dilahirkan di dalam lingkungan di tengah-tengah kebangsawanan dan keningratan yang pada waktu itu mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyaratak yang banyak hidup di dalam lingkungan kehidupan ada yang sangat mengekang kebebasan. tetapi, beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya  yang hendak merombak status sosial kaum wanita dan cara - cara kehidupan di masyarakat dengan semboyan, " kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan kita sebagai kaum perempuan serta harus mendapatkan pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki - laki ".
Dengan melanggar segala aturan - aturan adat yang ada pada saat itu, R.A Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya setara dengan pendidikan kaum penjajah belanda pada waktu itu, beliau sempat mempelajari kegiatan - kegiatan kewanitaan lainnya. dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, R.A Kartini secara berangsur - angsurdan setahap demi setaha tapi pasti berusaha menambah pengetahuan yang layak bagi kaum perempuan.
Perkawinan R.A Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat, Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suaminya, dan di daerah inilah beliau gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. peranan suami dalam usaha R.A Kartini  meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian puteri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian puteri lainnya.
Usaha - usaha R.A Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum perempuan khususnya khususnya melalui sarana - sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, dan bukan itu saja karya - karya beliau, persamaan mempunyai hak yang sama antara kaum perempuan dan laki-laki. beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berfikir, tidak akan maju jika kaum perempuan ketinggalan. inilah perjuangan R.A Kartini yang telah berhasil menampakan kaum perempuan di tempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benerang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal. yaitu,                   " Habis Gelap Terbitlah Terang ".
R.A Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan bangsa Indonesia dalam usia yang ralatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah. tetapi apa yang telah di berika beliau kepada bangsa indonesia akan tetap berkumandang di negeri ini, khususnya bagi para permpuan yang menjadi penerus kartini yang lalu.
R.A Kartini adalah Pahlawan Wanita Indonesia, namanya harum dan akan selalu dikenang oleh bangsa indonesia, khususnya oleh para perempuan indonesia. karena majunya perempuan indonesia saat ini adalah berkat perjuangan R.A Kartini. denga tekad agar perempuan indonesia bisa mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.  dan dengan mengetahui dan mengingat kembali sosok R.A Kartini, harapan penlis adalah supaya perempuan indonesia saat ini bisa lebih maju dan berkembang lagi. dan supaya perempuan indonesia juga tetap mempunyai semangat seperti sosok R.A Kartini.

3 Bentuk Perubahan Sosial yang Terjadi di Masyarakat Menurut Soekanto

3 Bentuk Perubahan Sosial yang Terjadi di Masyarakat Menurut Soekanto
3 Bentuk Perubahan Sosial yang Terjadi di Masyarakat Menurut Soekanto - Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai berikut:

1. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat

Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan revolusi.

2. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang memengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Akan tetapi, perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. Contohnya, perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial.

Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat. Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang memengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa.

3. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan.

Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki.

Contoh Evolusi dan Revolusi dalam Perubahan Sosial Masyarakat

Contoh Evolusi dan Revolusi dalam Perubahan Sosial Masyarakat
Contoh Evolusi dan Revolusi dalam Perubahan Sosial Masyarakat - Terdapat beberapa bentuk perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Perubahan sosial ini dapat terjadi dalam segala bidang kehidupan bermasyarakat. Salah satunya adalah perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat.

Perubahan Secara Lambat atau Evolusi

Perubahan sosial yang terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.

Perubahan secara lambat memerlukan waktu yang lama dan biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Masyarakat hanya berusaha menyesuaikan dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

Perubahan ini terjadi melalui tahapan-tahapan dari yang sederhana menjadi maju. Misalnya kehidupan masyarakat suku Kubu di Sumatra. Mereka mengalami perubahan secara lambat, terutama dalam tempat tinggal dan mata pencaharian hidup. Sampai saat ini suku Kubu masih menjalankan aktivitas lamanya, yaitu berburu dan meramu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Perubahan Secara Cepat atau Revolusi

Perubahan sosial yang terjadi secara cepat dapat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan revolusi. Contohnya, Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI.

Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi ada yang direncanakan terlebih dahulu dan ada yang tidak direncanakan. Selain itu ada yang dijalankan tanpa kekerasan dan dengan kekerasan. Dalam perubahan cepat, kemungkinan timbulnya sifat anarki dan tindakan kekerasan sangat besar terjadi. Adapun ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relative karena revolusi pun dapat memakan waktu lama.

Pada umumnya, suatu perubahan dianggap sebagai perubahan cepat karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, seperti sistem kekeluargaan, politik, ekonomi, dan hubungan antarmanusia. Suatu revolusi dapat juga berlangsung dengan didahului suatu pemberontakan. Misalnya revolusi bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya.

Suatu revolusi dapat tercapai jika:
  1. Ada keinginan dari masyarakat banyak untuk mengadakan perubahan. Maksudnya adalah bahwa di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan dan harus ada keinginan untuk mencapai keadaan yang lebih baik.
  2. Ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.
  3. Pemimpin itu harus dapat menampung keinginan atau aspirasi dari rakyat, untuk kemudian merumuskan aspirasi tersebut menjadi suatu program kerja.
  4. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai. Artinya, tujuan itu dapat dilihat oleh masyarakat dan dilengkapi oleh suatu ideologi tertentu.
  5. Harus ada momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi, yaitu saat di mana keadaan sudah tepat dan baik untuk mengadakan suatu gerakan.

Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat - Dalam kehidupan bermasyarakat pasti muncul perubahan sosial. Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah adanya kebutuhan setiap individu seseorang sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya.

Kebutuhan setiap individu tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar-individu, baik antar-warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling memengaruhi.

Salah seorang ahli sosiologi yang bernama Bonner, menyebutkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.

Interaksi sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
  1. faktor imitasi
  2. faktor sugesti
  3. faktor identifikasi
  4. dan faktor simpati
Faktor-faktor tersebut di atas membuat individu memilih untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku.

Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau terkait dengan lingkungan fisik, alam, dan sosial disebut perubahan sosial.

Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai.

Oleh karena itu, orang perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan.

Faktor Faktor yang Mendorong Terjadinya Perubahan Sosial Masyarakat

Faktor Faktor yang Mendorong Terjadinya Perubahan Sosial Masyarakat
Faktor Faktor yang Mendorong Terjadinya Perubahan Sosial Masyarakat - Setiap manusia selama hidupnya akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut merupakan akibat dari adanya interaksi antarmanusia dan antarkelompok. Akibatnya, di antara mereka terjadi proses saling memengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. Hal ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita hindari.

Kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh, baik dari dalam maupun dari luar. Pengaruh kemajuan teknologi begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Lambat laun tanpa disadari orang telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut.

Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial, norma-norma yang berlaku di masyarakat, pola-pola perilaku individu dan organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan atau kelas-kelas dalam masyarakat, kekuasaan, wewenang, interaksi sosial, dan masih banyak lagi. Dengan kata lain, perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial, status, lembaga, dan struktur sosial dalam masyarakat.

Perubahan pada bidang-bidang kehidupan tertentu tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan, namun dapat pula berarti kemunduran. Dengan kata lain, perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang fungsinya tidak serasi yang keadaannya lebih buruk dari sebelumnya.

Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. Jadi, masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern, terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negara-negara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia II. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial masyarakat menurut Margono (dalam Taneko) adalah sebagai berikut:
  1. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada karena ada keinginan untuk situasi yang lain.
  2. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada.
  3. Adanya tekanan dari luar, seperti kompetisi, keharusan menyesuaikan diri, dan lain-lain.
  4. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan, misalnya produktivitas dan lain-lain.

5 Pengertian Perubahan Sosial Menurut para Ahli Sosiolog

5 Pengertian Perubahan Sosial Menurut para Ahli Sosiolog
5 Pengertian Perubahan Sosial Menurut para Ahli Sosiolog - Perubahan sosial adalah merupakan suatu perubahan dari gejala-gejala sosial di masyarakat, yaitu mulai dari yang bersifat individual sampai dengan yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.

Pengenalan teknologi, cara mencari nafkah, migrasi, pengenalan ide baru, dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai-nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya.

Berikut ini 5 Pengertian Perubahan Sosial Menurut para Ahli Sosiolog, yaitu antara lain sebagai berikut:
  1. Perubahan sosial menurut William F. Ogburn (1964: ), mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan material dan immaterial, yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
  2. Perubahan sosial menurut Kingsley Davis (1960: ), mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.
  3. Perubahan sosial menurut Mac Iver (1937: 272), mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
  4. Perubahan sosial menurut Gillin dan Gillin (1957: 279), mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
  5. Perubahan sosial menurut Selo Soemardjan (1962: 379), merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Pengertian. Fungsi dan Peran Asuransi

Pengertian. Fungsi dan Peran Asuransi
A.    Pengertian Asuransi

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.

B.    Fungsi Asuransi

Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai mekanisme untuk mengalihkan resiko (risk transfer mechanism), yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung). Pengalihan resiko ini tidak berarti menghilangkan kemungkinan misfortune, melainkan pihak penanggung menyediakan pengamanan finansial (financial security) serta ketenangan (peace of mind) bagi tertanggung. Sebagai imbalannya, tertanggung membayarkan premi dalam jumlah yang sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin dideritanya (Morton:1999).

c.  Peran Asuransi

Sebagai lembaga sosial dalam masyarakat muslim, asuransi syariah idealnya menjadi lembaga yang merepresentasikan nilai dan norma-norma masyarakat muslim dalam interaksi di bidang jaminan sosial yang memang mempunyai perbedaan mendasar dengan lembaga sosial mayarakat lain, tidak hanya sebatas penyelarasan akadnya semata. Sebab sebuah lembaga baru dapat berperan sebagai institusi sosial yang ideal manakala sekurang-kurangnya telah memerankan tiga fungsi utama. Yaitu memberi pedoman tingkah laku kepada masyarakat dalam menghadapi masalah-masalah sosial; menjaga keutuhan masyarakat; dan memberi pegangan dalam sistem pengendalian sosial. Sebagaimana sering dikemukakan bahwa asuransi syariah itu landasan utamanya adalah tolong-menolong dalam kebaikan (ta'âwanu 'alal birri wat taqwa).

PENGERTIAN DAN PENGARUH GLOBALISASI

PENGERTIAN DAN PENGARUH GLOBALISASI
1.    Pengertian Globalisasi.
Kata "GLOBALISASI" diambil dari kata global, yang berarti universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak maupun media elektronik.
Ada pula yang mengatakan bahwa globalisasi yaitu sebagai berikut :
1.    Hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.
2.    Suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan, globalisasi pada hakikatnya merupakan suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa-bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

2.    Pengaruh Globalisasi
Adanya globalisasi tentunya membawa pengaruh besar bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.

Dampak positif globalisasi antara lain:
- Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
- Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
- Perekonomian Indonesia semakin meningkat
- Komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat
- Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
- Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
- Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
- Mudah memenuhi kebutuhan.

Dampak negatif globalisasi antara lain:
- Informasi yang tidak tersaring
- Membuat tidak kreatif, karna prilaku konsumtif
- Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
- Banyak meniru perilaku yang buruk
- Bersikap/bergaya kebarat-baratan
- Kesenjangan sosial semakin meningkat
- Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara.

Globalisasi terjadi karena adanya beberapa faktor dari nilai budaya luar, seperti:
1.    Selalu meningkatkan pengetahuan
2.    Patuh hukum
3.    Kemandirian
4.    Keterbukaan
5.    Rasionalisasi
6.    Etos kerja
7.    Kemampuan memprediksi
8.    Efisiensi dan produktivitas
9.    Keberanian bersaing
10.    Manajemen resiko

Saluran-saluran yang mendasari terjadinya globalisasi, di antaranya:
1.    Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan
2.    Lembaga keagamaan
3.    Indutri internasional dan lembaga perdagangan
4.    Wisata mancanegara
5.    Saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional
6.    Lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional
7.    Lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler

Jadi, adanya globalisasi tentunya membawa pengaruh yang besar bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh yang meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Dampak-dampak pengaruh globalisasi tersebut kita kembalikan kepada diri kita sendiri sebagai generasi muda Indonesia agar tetap menjaga etika dan budaya, agar kita tidak terkena dampak negatif dari globalisasi.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli
Globalisasi berasal dari kata "globe" yang artinya dunia. Globalisasi artinya proses mendunia atau menuju dunia. Dalam globalisasi, orang-orang, wilayah-wilayah, dan negara-negara saling berhubungan dan saling bergantung. Secara ekonomi, globalisasi merupakan proses pengintregasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi di dunia. Ada beberapa pengertian globalisasi, yaitu sebagai berikut:
  • Globalisasi dapat diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
  • Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial akibat perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan  ekonomi nasional.
  • Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia lain.
  • Globalisasi adalah proses meningkatnya aliran barang, jasa, uang dan gagasan melintasi batas-batas negara.
  • Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan diantara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan politik dan pertukaran kebudayaan.
  • Globalisasi merupakan gerakan menuju terciptanya pasar atau kebijakan yang melintas batas nasional.
Sedangkan pengertian globalisasi menurut para ahli, antara lain:
  • Emanuel Ritcher: Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan pada persatuan dunia.
  • Leonor Briones: Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencangkup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia dan pergerakan wanita.
  • John Huckle: Globalisasi adalah suatu proses kejadian dimana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh.
  • Albrow: Globalisasi adalah keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasi-kan (dimasukan) kedalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukannya.
  • Malcom Waters: Globalisasi adalah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma di dalam kesadaran manusia.
  •  Thomas L. Friedman: Globalisasi memiliki dimensi ideologi dan teknologi. Dimensi ideologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah informasi yang telah menyatukan dunia.
  • Princenton N. Lyman: Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.

Daftar Nama Provinsi Pemekaran Indonesia

Daftar Nama Provinsi Pemekaran Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau. Jumlah pulau di Indonesia adalah 17.506. Pulau-pulau tersebut menyebar di sekitar khatulistiwa. Pulau-pulau besar yang ada di Indonesia antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian. Secara administrasi wilayah Indonesia terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah terdiri atas pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa. Jumlah provinsi di Indonesia
pada saat ini adalah 33 provinsi.

Provinsi yang ada di Indonesia mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 jumlah provinsi di Indonesia ada delapan. Provinsi yang ada pada saat itu adalah Provinsi Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa  Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku. Pada tahun  1945–1949 Indonesia mengalami perkembangan wilayah.

Hal ini disebabkan masuknya kembali Belanda untuk menguasai Indonesia. Berdasarkan hasil  Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam  bentuk serikat. Pada saat itu Indonesia terdiri atas lima belas negara bagian. Republik Indonesia  adalah bagian dari Republik Indonesia Serikat. Pada tahun 1950 kita kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kurun waktu 1950–1966 di Indonesia telah terjadi pemekaran beberapa provinsi sebagai berikut:
  1. Pada tahun 1950 Provinsi Sumatra dipecah menjadi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Pada tahun ini Yogyakarta mendapatkan status daerah istimewa.
  2. Pada tahun 1956 Provinsi Kalimantan dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan  Selatan, dan Kalimantan Timur.
  3. Pada tahun 1957 Provinsi Sumatra Tengah dipecah menjadi Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatra Barat. Pada tahun ini Jakarta mendapatkan status sebagai daerah khusus ibu kota. Selain itu, Aceh menjadi provinsi tersendiri lepas dari Sumatra Utara.
  4. Pada tahun 1959 Provinsi Sunda kecil dipecah menjadi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun ini juga dibentuk Provinsi Kalimantan Tengah dari Kalimantan Selatan.
  5. Pada tahun 1960 Provinsi Sulawesi dipecah menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Selatan.
  6. Pada tahun 1963 PBB menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.
  7. Pada tahun 1964 dibentuk Provinsi Lampung dari pemekaran Provinsi Sumatra Selatan. Selain itu, dibentuk pula Provinsi Sulawesi Tengah (pemekaran dari Sulawesi Utara) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan).
Jumlah provinsi di Indonesia bertambah ketika Irian Barat resmi kembali menjadi bagian dari NKRI  pada tanggal 19 November 1969 dan menjadi provinsi ke-26. Irian Barat kemudian namanya berubah menjadi Irian Jaya. Selanjutnya, Timor Timur berintegrasi atau bergabung dengan Negara Kesatuan  Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Juli 1976. Timor Timur menjadi provinsi ke-27. Pada tanggal 19 Oktober 1999 Timor Timur melepaskan diri dari NKRI. Timor Timur menjadi negara baru, yaitu Timor Leste. Selanjutnya di Indonesia terbentuk beberapa provinsi baru. Provinsi baru yang terbentuk sejak tahun 1999 di Indonesia sebagai berikut.

Syarat Syarat suatu Modernisasi

Syarat Syarat suatu Modernisasi
Tugas rumah kali ini tentang Mata Pelajaran OPS, yaitu tentang Modernisasi, Apakah syarat-syarat suatu modernisasi?

Modernisasi pada hakikatnya mancakup bidang-bidang yang sangat komplek atau sangat banyak. Syarat-syarat suatu modernisasi adalah sebagai berikut:

  1. Cara berpikir yang ilmiah yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat.
  2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi yang baik, jauh dari KKN, serta semangat kerja yang tinggi.
  3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Misalnya BPS (Badan Pusat Statistik) yang menjadi sumber data bagi pemerintah.
  4. Penciptaan iklim yang favorable (kondusif) dalam masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
  5. Kedisiplinan yang tinggi, tetapi tidak melanggar HAM warga negara.
  6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planning).
Demikian Syarat-syarat suatu modernisasi, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi tugas kita semua, teman-teman.


Pengertian Organisasi Disorganisasi dan Reorganisasi

Pengertian Organisasi Disorganisasi dan Reorganisasi
Kehidupan bermasyarakat tidak luput dari suatu organisasi dari tingkat terendah seperti RT, RW, sampai tingkat dunia seperti PBB dan lain sebagainya. Kali ini akan dibahas tentang Pengertian Organisasi Disorganisasi dan Reorganisasi.

Sebagai tugas mata pelajaran IPS di sekolah, artikel ini saya share semoga bisa membantu sesama kawan.

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Pengerian Organisasi lainnya

Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota.

Pengertian Disorganisasi

Disorganisasi adalah suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan.

Pengertian Reorganisai

Reorganisasi adalah proses pembentukan norma/nilai baru agar terbentuk keserasian dalam tubuh organisasi yang telah mengalami perubahan.

Demikian Pengertian Organisasi Disorganisasi dan Reorganisasi, seperti biasanya, semoga artikel Pengertian Organisasi Disorganisasi dan Reorganisasi ini bisa membantu dan bermanfaat.

Contoh Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat

Contoh Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat
Masih seputar tugas IPS tentang perubahan sosial budaya, berikut ini contoh perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat kita.

Contoh terjadinya perubahan sosial budaya diantaranya perubahan pada pakaian, model rambut, kesenian, bahasa daerah, masuknya budaya barat, dan cara berkomunikasi. Baiklah mari kita bahas satu persatu contoh terjadinya perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat.

Pakaian
Perubahan mode pakaian pada masyarakat bisa saja terjadi. Dahulu semua masyarakat menggunakan pakaian adat khasnya. Namun, seiring dengan kemajuan dari perkembangan masyarakat tersebut membuat sedikit demi sedikit anggota masyarakat mulai meninggalkan pakaian adatnya dan menggunakan pakaian yang menjadi trend di daerah itu. Seperti contoh, sekarang adalah jamannya demam Korea. Bagi penggemar beratnya, mereka selalu mencari dan menggunakan pakaian yang biasa digunakan orang Korea. Namun, masyarakat tetap tidak meninggalkan pakaian adat mereka dan tetap menggunakannya dalam acara tertentu. Seperti pakaian adat Bali yang digunakan setiap kali mereka sembahyang di pura.

Model Rambut

Model rambut juga banyak berubah. Bahkan masyarakat cenderung merasa harus mengikuti trend tersebut jika tidak mau dikatakan ‘jadul’ atau ‘culun’. Pengaruh terbesar adalah model rambut ‘punk’ yang membuat banyak remaja mengikuti model rambut dan gaya hidup orang dengan model rambut tersebut.

Kesenian

Kesenian bisa saja berubah atau tergantikan seiring perkembangan zaman. Saat ini, banyak kesenian di Indonesia yang mulai punah karena anak bangsa tidak suka dengan kesenian tersebut. Bahkan mereka lebih suka mempelajari kesenian asing dengan alasan trendy. Namun, masih banyak kesenian populer Indonesia yang masih bisa bertahan sampai sekarang.

Bahasa Daerah
Indonesia memiliki banyak sekali bahasa daerah. Namun, banyak juga bahasa yang mulai punah. Itu mungkin disebabkan karena mereka lebih berminat untuk menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dibandingkan bahasa daerahnya sendiri. Itu mungkin karena bahasa tersebut jangkauan komunikasinya lebih luas dibandingkan bahasa daerahnya yang cenderung hanya dimengerti oleh anggota masyarakat di daerah tersebut.

Masuknya Budaya Barat

Budaya di Indonesia telah banyak tercampur dengan budaya asing. Itu mungkin disebakan karena kebudayaan itu lebih menyenangkan dibandingkan budayanya sendiri. Seperti budaya hari Valentine dan pesta ulang tahun. Sebenarnya budaya asli Indonesia telah memiliki budaya yang mirip dengan budaya tadi. Namun, budaya tersebut terkadang dianggap kurang meriah. Contoh perubahan besar lainnya adalah penggunaan komputer dan alat-alat teknologi sebagai pengganti buku untuk mencari tugas. Hal itu disebabkan oleh kemudahan menggunakan alat-alat teknologi tersebut.

Cara Berkomunikasi

Perubahan pada cara berkomunikasi bisa terjadi. Beberapa tahun lalu kita masih menggunakan surat untuk berkomunikasi jarak jauh dan sekarang, dengan menggunakan jejaring sosial atau alat komunikasi, seseorang bisa berkomunikasi dengan cepat dan praktis.
Itulah contoh perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat. Semua masyarakat pasti saja akan mengalami perubahan sosial budaya. Namun, perubahan tersebut umumnya tidak dirasakan atau tidak terjadi pada masyarakat terpencil.



Demikian Contoh Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat semoga bisa membantu dan dapat bermanfaat bagi kita semua untuk mengerjakan tugas dari pak guru.

Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Sosial Budaya
Masih tentang tugas mata pelajaran IPS, kali ini postingan lanjutan tentang Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya, yaitu faktor kedua Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Sosial Budaya. Bagi yang menginginkan faktor penyebab pertama bisa dibaca pada postingan sebelumnya tentang Faktor Intern Penyebab Perubahan Sosial Budaya.

Berikut ini Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Dengan melakukan interaksi sosial, banyak pengaruhpengaruh dari luar masyarakat kita yang mendorong terjadinya perubahan sosial. Faktor-faktor ekstern yang menyebabkan perubahan sosial adalah sebagai berikut.

Faktor Alam yang Ada di Sekitar Masyarakat Berubah
Bagi manusia, alam mempunyai makna yang sangat penting bagi kehidupannya. Misalnya alam mempunyai nilai estetika yang mendorong manusia untuk cinta pada alam, alam sebagai sumber penyediaan bahan-bahan makanan dan pakaian, serta alam menjadi sumber kesehatan, keindahan, dan hiburan atau rekreasi.

Mengingat pentingnya alam bagi kehidupan manusia, maka sudah seharusnyalah kita menjalin keserasian hubungan dengan alam yang ada di sekitar kita agar tetap terjaga kelestariannya. Namun apa yang terjadi? Tidak jarang tindakan manusia justru mengakibatkan munculnya kerusakan alam. Misalnya tindakan manusia menebang hutan secara liar. Tindakan tersebut dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor pada musim penghujan karena terjadinya pengikisan tanah oleh air hujan (erosi). Akibatnya banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, keluarga, dan sarana umum lainnya.

Peperangan
Peperangan yang terjadi antara negara yang satu dengan negara yang lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat mendasar, baik seluruh wujud budaya (sistem budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik) maupun seluruh unsur budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem religi, dan kemasyarakatan). Perubahan-perubahan itu umumnya terjadi pada negara yang kalah perang karena biasanya negara yang menang cenderung untuk memaksakan nilai-nilai, budaya, cara-cara, dan lembaga kemasyarakatannya kepada negara tersebut.

Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Terjadinya pengaruh kebudayaan masyarakat lain adalah sebagai berikut:
  1. Apabila terjadi hubungan primer, maka akan terjadi pengaruh timbal balik. Di samping dipengaruhi, suatu masyarakat akan memengaruhi masyarakat lain.
  2. Apabila kontak kebudayaan terjadi melalui sarana komunikasi massa seperti radio, televisi, majalah atau surat kabar. Dalam hal ini pengaruh kebudayaan hanya terjadi sepihak, yaitu pengaruh dari masyarakat yang menguasai sarana komunikasi massa tersebut.
  3. Apabila dua masyarakat yang mengalami kontak kebudayaan mempunyai taraf kebudayaan yang sama, terkadang yang terjadi justru cultural animosity, yaitu keadaan di mana dua masyarakat yang meskipun berkebudayaan berbeda dan saling hidup berdampingan itu saling menolak pengaruh kebudayaan satu terhadap yang lain. Biasanya terjadi antara dua masyarakat yang pada masa lalunya mempunyai konflik fisik ataupun nonfisik.
  4. Apabila dua kebudayaan bertemu salah satunya mempunyai taraf yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi (peniruan) unsur-unsur kebudayaan masyarakat yang telah maju oleh kebudayaan yang masih rendah.
Demikian Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Sosial Budaya, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua.

Faktor Intern Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Faktor Intern Penyebab Perubahan Sosial Budaya
Postingan kali ini tentang tugas mata pelajaran IPS materi penyebab perubahan sosial budaya. Faktor penyebab perubahan sosial budaya ada 2 yaitu faktor intern dan ekstern. Berikut ini Faktor Intern Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Ada beberapa faktor yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, yaitu perubahan penduduk, penemuan-penemuan baru, konflik dalam masyarakat, dan pemberontakan.

Perubahan Penduduk
Perubahan penduduk berarti bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu masyarakat. Hal itu bisa disebabkan oleh adanya kelahiran dan kematian, namun juga bisa karena adanya perpindahan penduduk, baik transmigrasi maupun urbanisasi. Transmigrasi dan urbanisasi dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk daerah yang dituju, serta berkurangnya jumlah penduduk daerah yang ditinggalkan. Akibatnya terjadi perubahan dalam struktur masyarakat, seperti munculnya berbagai profesi dan kelas sosial.

Penemuan-Penemuan Baru
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan barang dan jasa semakin bertambah kompleks. Oleh karena itu berbagai penemuan baru diciptakan oleh manusia untuk membantu atau memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Penemuan baru yang menyebabkan perubahan pada masyarakat meliputi proses discovery, invention, dan inovasi.

Konflik dalam Masyarakat
Suatu konflik yang kemudian disadari dapat memecahkan ikatan sosial biasanya akan diikuti dengan proses akomodasi yang justru akan menguatkan ikatan sosial tersebut. Apabila demikian, maka biasanya terbentuk keadaan yang berbeda dengan keadaan sebelum terjadi konflik. Contohnya konflik antarteman di sekolah. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya jadi murung, pendiam, tidak mau bergaul, dan lain-lain. Namun apabila orang-orang yang terlibat konflik sadar akan hal itu, maka mereka akan berusaha untuk memperbaiki keadaan itu agar lebih baik dari sebelumnya.

Pemberontakan (Revolusi) dalam Tubuh Masyarakat
Revolusi di Indonesia pada 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintahan nasional. Hal itu diikuti dengan berbagai perubahan mulai dari lembaga keluarga, sistem sosial, sistem politik, sistem ekonomi, dan sebagainya.

untuk Faktor Ekstern Penyebab Perubahan Sosial Budaya, dapat dibaca pada postingan berikutnya.
Demikian semoga bisa membantu dan bermanfaat.

Pengertian Perubahan Sosial Budaya

Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.

Faktor-Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
a.    Adanya kontak dari kebudayaan lain
b.    Sistem pendidikan formal yang maju
c.    Sikap menghargai hasil karya orang lain
d.    Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang
e.    Sistem terbuka masyarakat (open stratification)
f.    Heterogenitas penduduk
g.    Orientasi ke masa depan
h.    Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu.
i.    Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. (optimis)

Faktor-Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
a.    Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
b.    Terlambatnya perkembangan ilmu pengetahuan
c.    Sikap Mayarakat yang Masih Sangat Tradisional.
d.    Rasa takut terjadinya kegoyahan pada intergeritas kebudayaan
e.    Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (Vested Interest)
f.    Adanya sikap tertutup dan prasangka terhadap hal baru (Asing)
g.    Hambatan bahwa unsur rohaniah biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan     unsur ideologis
h.    Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
i.    Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki (pesimistis)

Daftar Nama Mata Uang Asing

Daftar Nama Mata Uang Asing

Untuk memupuk wawasan kontekstual tentang nama mata uang asing. Berikut ini daftar nama mata uang asing berdasarkan urut abjad.

Cari Blog Ini